Tanggal 02 Oktober 2015
Aku jalani setiap perkuliahan yang menjadi suatu kewajiban bagiku. Tak kusangka
rasa kebingungan tertancap dalam pikiranku tentang mata kuliah metode
penelitian kuantitatif . Mata kuliah yang asing bagiku, tetapi juga penting
bagiku karena menjadi salah satu wahana untuk mengembangkan penelitian. Setahu
saya, penelitian itu ada dua macam metode diantaranya: metode penelitian
kualitatif (yang saya ceritakan diatas) dan metode penelitian kualitatif (masih
menjadi mata kuliah semester depan). Berbicara soal metode penelitian
kuantitatif yang dibicarakan pak Ngainun Naim pada petemuan kali itu, masih
sekedar pendahuluan untuk memperkenalkan tentang beberapa hal antara lain: orang
yang bisa meneliti (melakukan penelitian), cara penelitian, obyek yang di
teliti.
Penelitian tidak luput dari yang namanya sejarah. Dahulu
penelitian itu identik dengan seorang ilmuan (seseorang yang meneliti di
laboratorium). Dengan demikian, penelitian adalah monopoli para ahli ilmuan.
Akan tetapi, itu tidak sepenuhnya benar karena penelitian itu tidak hanya pada
satu bidang ilmu saja melainkan pada semua bidang ilmu. Sekarang, pelajar
banyak beranggapan bahwa yang wajib meneliti itu seorang dosen, guru, pelajar
atau orang penting lainnya. Mereka belum
menyadari bahwa siapun (termasuk mahasiswa) itu bisa melakukan penelitian
karena dengan adanya penelitian, ilmu itu dapat dikembangkan secara ilmiah.
Seseorang yang ingin meningkatkan segala sesuatu itu sudah bisa dianggap
melakukan penilitian. Hal yang membedakannya terletak pada sistematis (tersusun
sesuai prosedur) ataupun tidak sistematis.
Cara penelitian ada beberapa macam diantaranya:
1.
Penelitian Diskriptif (Discription Research)
Penelitian yang dimaksudkan untuk mendiskripsikan
(memaparkan) keadaan tanpa ada pengembangan ataupun perubahan (manipulasi)
data. Penelitian Diskriptif terbagi menjadi lima jenis diantaranya: Penelitian
diskriptif murni (Penelitian yang memaparkan pada kancah keadaan wilayah),
penelitian komparasi (penelitian yang menggambarkan perbedaan diantara dua
tempat/wilayah), penelitian korelasi (Penelitian yang menghubungkan kedua
variabel (obyek)), Penelitian penelusuran (Penelitian yang menelusuri kinerja
masa lalu dan dampaknya pada masa sekarang), penelitian evaluasi.
2.
Penelitian Operational
Penelitian yang dilakukan tanpa mengubah sistem
pelaksanaannya. Akan tetapi khusus pada tindakan yang dilakukan.
3.
Penelitian Eksperimen
Penelitian yang dilakukan untuk menciptakan sesuatu yang
sifatnya percobaan dan baru, dalam arti lain menimbulkan suatu kejadian yang
sebelumnya tidak ada. Ada tiga cara untuk menyisihkan faktor pengganggu dalam eksperimen
diantaranya: disisihkan secara fisik dalam bentuk laboratorium, disisihkan
secara selektif, disisihkan secara manipulasi selektif.
Ruang lingkup penelitian pada pendidikan adalah segala
sesuatu yang berhubugan dengan pendidikan baik itu di sekolah, di lingkungan
rumah ataupun di tempat yang lain.
Perkuliah yang diampu oleh pak Naim diakhiri dengan
refleksi (pengulangan kembali) tentang materi yang telah diajarkan. Ada dua
oarng perwakilan yang ditunjuk untuk memaparkan hasil penguasaan materi yaitu Nur Azizah binti Muhammad Yaqub dan Imam Safi’i
(saya sendiri). Pengalaman pertama ini saya rasakan dengan ketegangan karena
belum terlatihnya berbicara dengan materi yang baru di dapat secara langsung. Tetapi
ada baiknya juga, karena dengan metode ini mahasiswa dapat mengingat apa yang
didapat seketika itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar